“Info KPU seputar pemilihan tgl 27 juni 2018”

 

Pemilih dibagi 3 kriteria :

1. Pemilih DPT (DAFTAR PEMILIH TETAP) adalah pemilih yg sdh dicoklit dan terdata di DPT.

(syarat : Menunjukan e-ktp asli dan undangan/c6 atau e-ktp asli saja)

Nb :
– bawa c6 / surat pemberitahuan
tp tdk bawa e-ktp asli ditolak
– bawa e-ktp asli tp tdk bawa c6 masih bs dibantu dicarikan no urut di dpt nya dan boleh mencoblos
– tdk bawa dua duanya *ditolak*

Waktu memilih jam 07.00 -13.00

2. pemilih DPPH adalah pemilih yg sdh mengurus surat numpang memilih A5 dr luar TPS tp msh wilayah Kota/kab yg mengadakan pilkada/pilgub (diberikan 2 surat suara pilkada dan surat suara pilgub)

Untuk A5 dr luar Kota/Kab diberikan 1 surat suara yaitu pilgub saja)

Syarat : membawa A5 dan e-ktp asli
– bawa A5 tdk bawa e-ktp asli ditolak
– bawa e-ktp asli tdk bawa A5 ditolak
– tdk bawa dua2nya ditolak

Waktu memilih :
Jam 07.00 – 13.00

3. Pemilih DPTb (Dftar Pemilih Tambahan)

Untuk warga di tps tersebut yg blm terdata di DPT

syarat membawa e-ktp asli dan *fc KK*

Waktu memilih :
Jam 12.00-13.00

*PENTING !!! :*
selesai tdk selesai jam 13.00 pemilihan ditutup oleh ketua KPPS
Kecuali yg sdh masuk ke TPS, untuk yg masih di luar *ditolak.*

“Debat Publik Pilkada Garut”

Berbeda dengan debat pertama, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Garut kini telah memutuskan untuk menggelar debat pasangan calon bupati dan wakil bupati Garut, di Jakarta. Acara debat ini akan digelar di salah satu stasiun televisi nasional selama 1,5 jam.

jadwal debat paslon tersebut telah disepakati seluruh komisioner. selain biaya yang diperlukan lebih murah, aspek keamanan dan ketepatan waktu lebih terjamin, apabila debat digelar di studio televisi yang sudah mendapatkan tahap lelang diatas 200 juta. Stasiun TV yang akan menjadi tempat pelaksanaan debat adalah Metro TV.

Tujuan digelar debat di TV nasional di Jakarta selain untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki Garut, juga untuk menarik investor karena mereka akan mengetahui potensi yang dimiliki Kabupaten Garut. Untuk waktu debat ini, akan dilaksanakan selama 1,5 jam dan dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Untuk debat nanti KPUD Garut telah menyiapkan panelis yang tergabung dalam tim pakar.

Materinya ada beberapa tema dan segment yang nanti harus ditanggapi oleh masing-masing pasangan calon. Materi pertama pembukaan, hiburan-hiburan sebelum On Air, setelah itu masuk ke tema kedua yang akan membahas tentang sosial dan budaya. Kemudian setelah itu ada pertanyaan dari moderator tentang tata ruang dan pembangunan ekonomi, selanjutnya ada tema perencanaan dan anggaran. Saya kira nanti di akhir closing statement dari masing-masing pasangan calon,” tandas Sekretaris KPUD Garut.

Menambahkan, kegiatan debat kandidat Pilkada Garut tersebut dapat melihat kesiapan para pasangan untuk memimpin Kabupaten Garut lima tahun ke depan. Selain itu, lanjut masyarakat dapat mengetahui secara langsung dan memilih pemimpin yang cocok dan dianggap layak untuk memimpin Kabupaten Garut kedepannya.

Cabup Agus no 4 gelar Nobar di gtc Bersama Viking GARUT

Image result for viking garut dan cagup no urut 4 gelar nobar persib vs psm di gtc

Agus Hamdani Manfaatkan Momen Nobar PSMS vs Persib untuk Sosialisasi

AGUS HAMDANI bersama viking garut menggelar nobar (nonton bareng), pertandingan persib maung bandung dengan psms Medan di Garut Trade Center (GTC) JL.Raya Limbangan -Bandung, desa cigagade , kecamatan limbangan, selasa malam.

menurut agus hamdani, jauh sebelum dirinya mencalonkan bupati, nobar pertandingan persib seringkali di gelar.

jadi nobar inin tidak ada kaitannya dengan pilkada. ini yg di gelar di limbangan ini adalah cara viking, saya hadir kana saya orang sini (limbangan).

sebelum saya mencalonkan bupati garut, nobar itu sering di gelar bersama viking garut.

katanya agus mengatakan akan terus mengadakan acara acara seperti ini di gtc.

menurutnya, bila gtc tidak di pakai oleh org limbangan dan garut utara, mau di pakai oleh siapa? kalau tidak digunakan mubah, ini kan fasilitas negara untuk di pakai oleh masyarakat luas katanya.

BUDAYA (Barisan Agus-Aditya Bagi-Bagi takjil

Di hari ke puasa ramadhan 1439 H, Barisan Muda Agus-Adit (Budaya), pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 4, Agus Hamdani dan Pradana Adyitia Wicaksana menggelar kegiatan bakti sosial. Dalam kesempatan kali ini, kegiatan baksos dilakukan dengan cara membagikan ratusan bungkus takjil bagi para pejalan kaki dan pengendara yang melintas di depan kantor BKPP Jawa Barat, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Garut Kota.

Koordinator Lapangan Budaya Gilang Irsyad Ramadhan didampingi Ketua Budaya Riza Nurdiansyah saat ditemui disela kegiatan menyampaikan, acara ini digelar oleh Barisan Muda Agus Aditya (Budaya) dengan agenda bagi-bagi takjil kepada yang ngabuburit di kawasan Alun-Alun Otista Kabupaten Garut.

Budaya berharap kaula muda Garut berpartisifasi dalam Pilkada 2018.

“Untuk hari ini kita membagikan sebanyak 200 paket bagi-bagi takjil gratis, juga menampilkan beberapa kegiatan diantaranya akustikan dan even musik-musik yang lain. Selain itu kita merangkul komunitas-komunitas yang ada di Garut seperti komunitas jalanan dan sebagainya. Sambil sosialisasi Pilkada 2018 kita rangkul dan kita ajak untuk mengisi musik ngabuburit rame ini,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua Budaya Rizan, selain ngabuburit pihaknya juga menyerap aspirasi kaum muda Garut dan kaum milineal Garut yang nantinya akan dikumpulkan dan dikemas dalam bentuk laporan.

”Mudah-mudahan kedepannya kita bisa berkelanjutan dan terus kontinyunitas dari kegiatan-kegiatan yang telah kita laksanakan, karena ini juga bagian dari pembinaan untuk generasi-generasi muda supaya anak muda Garut bisa bersatu satu pemikiran, bisa berkomunikasi, dan bersilaturahmi. Dalam acara ini juga akan ada sosialisasi tentang produk lampu Limar (Listrik Mandiri Rakyat) yang akan kami publikasikan di beberapa kecamatan yang ada di Garut,” ujar Gilang.

Korlap Budaya, Gilang Irysad Ramadhan.

Harapanya dari Tim Budaya ini, aspirasi atau karya kaum muda bisa diwadahi oleh pemimpin daerah yang memimpin Garut siapapun nanti. Dan Intinya, Budaya ingin menunjukan bahwa generasi muda itu mampu dan bisa menjadi pemimpin untuk Garut. amiin.

BELAJAR ASTRONOMI LEWAT APLIKASI STELLARIUM

Hay, perkenalkan nama saya Siti Laras Maemunah, disini saya akan menjelaskan tentang langkah mudah buat kalian yang mau belajar astronomi melalui aplikasi stellarium.

Sedikit cerita,

Waktu saya masih SD dulu, ada sebuah alat peraga IPA yang menarik, yang sering ada kalau kita main ke perpustakaan. Fungsinya menunjukkan pergerakan matahari dan planet — bentuknya seperti di bawah ini.

[img] Orrery

Menarikan? Sebab, kalau kita menggerakkan satu planet, maka planet yang lain akan ikut bergerak juga. Itu karena di dalamnya terhubung dengan roda gigi. Sebagaimana tata surya aslinya bergerak teratur, begitu pula versi maketnya. Keteraturan itu diaproksimasi secara mekanik.

Tentunya bisa dibayangkan bagaimana rumitnya membuat alat seperti itu. Berapa pula harganya kalau dijual? Hem.. pasti lumayan.. hehe  Meskipun demikian kita cukup beruntung.

Seiring kemajuan teknologi, di masa kini simulasi astronomi tidak lagi harus mekanik, melainkan bisa secara digital. Tentu saja di baliknya ada perhitungan matematika. Asalkan mempunyai komputer — atau bahkan ponsel — kita bisa bermain dengan “miniatur alam semesta”. Asik bukan?!

Nah, salah satu simulator astronomi yang cukup bagus adalah Stellarium. Aplikasi ini bersifat open source dan tersedia untuk Windows, Linux, dan Mac.

Image result for gambar aplikasi stellarium

Menatap Langit Virtual
Sebagaimana bisa ditebak dari namanya, Stellarium mempunyai prinsip kerja yang mirip dengan planetarium. Sebuah planetarium mempunyai layar berbentuk kubah, oleh karena itu kita bisa menoleh ke berbagai arah dan tetap melihat kaki langit.

Demikian pula dengan Stellarium, programnya mensimulasikan “kubah langit” di layar monitor. Pertama kali seusai loading, kita mendapat tampilan seperti berikut.

Stellarium screenshot

Ada langit, cakrawala, dan permukaan bumi juga. Meskipun demikian berbagai elemen itu dapat dinonaktifkan — membuat kita seolah melayang di tengah angkasa.

Stellarium screenshot

Nah, sekarang kita masuk ke topik yang lebih teknis.

Tak berbeda dengan program peta bintang sebangsanya, Stellarium memberikan pilihan lokasi. Kita bisa mensimulasikan penampakan langit di kota mana atau desa mana. Bahkan kita bisa menambahkan lokasi tersendiri — asal kita masukkan koordinat dan informasi ketinggian.

Stellarium screenshot

Ada juga preset yang rada ajaib: seolah-olah kita berdiri di Bulan atau Planet Mars. Meskipun begitu dalam skala besar tak banyak berpengaruh. Jadi bergeser saja peletakan planet dan rasi bintangnya.

Fitur lain yang juga standar adalah time travel, atau secara teknisnya, mensimulasikan posisi benda langit pada waktu yang kita pilih. Baik itu tahun 2000, 2030, atau bahkan 200 tahun sebelum Masehi bisa diset.

Stellarium screenshot

Sebagai pelengkap adalah percepatan atau akselerasi. Di dunia nyata, pergerakan bintang di langit sangat lambat, baru terlihat bedanya dalam hitungan jam. Orang yang tidak biasa kadang susah membayangkan.

Oleh karena itu Stellarium memberikan opsi percepatan. Bisa saja pergerakan yang harusnya satu jam dijadikan sepuluh detik. Hasilnya akan ditampilkan berupa animasi — bisa kita stop dan lanjutkan sesuka hati.

Stellarium screenshot

Panel animasi dan percepatan

Meskipun demikian kelebihan Stellarium bukan cuma teknis-simulasi, melainkan juga aspek edukasi. Mengenai hal ini akan kita lihat di bagian selanjutnya.

Tentang Astronomi Multikultur (!)
Kalau boleh jujur, satu aspek paling berkesan dari Stellarium — terutama bagi saya yang pendidikannya bukan Astronomi — adalah penjelasan peta bintang. Orang sering bertanya, di mana miripnya “titik dan garis-garis” dengan singa (Leo) atau banteng (Taurus).

Nah, Stellarium mempunyai opsi menampilkan artwork — jadi terlihat kira-kira orang dulu membayangkan bentuk apa di rasi mana.

Misalnya contoh berikut, menampilkan konstelasi Orion. Jadi jelas kenapa istilah “Sabuk Orion” sangat populer.

Stellarium screenshot

Tentunya kalau bicara rasi bintang, kita harus menyebut yang familiar, yakni keluarga zodiak. Meskipun demikian tidak ada Athena yang tertancap panah maut.

Stellarium screenshot

Dari kiri-atas ke bawah: Leo, Cancer, Gemini

Meskipun demikian, yang sudah disebut di atas itu baru sebagian. Kita semua akrab dengan konstelasi Eropa, namun bagaimana dengan suku-budaya lain?

Di sinilah muncul kelebihan Stellarium yang khas. Bukan cuma versi Eropa, versi eksotis seperti Tiongkok dan Arab juga ada. Begitu pula versi Brasil. Bahkan peta bintang peradaban super-kuno, seperti Mesir, juga ada! hehee..

Stellarium screenshot

Tinggal pilih…

Sebagian contohnya dapat dilihat di bawah ini.

Stellarium screenshot

Peta Bintang versi Arab…

Stellarium screenshot

…dan Mesir Kuno. Ada Horus!! wow

Sayangnya peradaban non-Eropa umumnya tidak mempunyai artwork. Meskipun begitu tetap membantu kita menyadari, bahwa tradisi mengamati bintang itu sifatnya universal.

Some More Advanced Stuff…
Bagian-bagian lainnya dari Stellarium cenderung teknis, dan sepertinya ditujukan untuk pengamat bintang yang lebih serius (bukan saya, jadi kurang mengerti). Informasi benda langitnya detail sekali. ❓

Ada juga simulator teleskop dan lensa yang njelimet. Meskipun begitu, seperti sudah disebut, itu bukan untuk saya. Kalau saya cukup nonton bintang-bintangnya sambil duduk manis. hahaa…

Stellarium screenshot

Sekian blog pertama saya, hehe.. Maaf bila saya typo atau ada kata-kata yang kurang jelas tuk di pahami. Terimakasih..